Alhamdulillah, gubugku sudah berdiri, walaupun cuman gubug cilik yang penting nyaman ditempati, dan temen-temen bisa singgah disini walau sekedar untuk melepas lelah dan menikmati hidangan ala kadarnya.
Alhamdulillah, gubugku sudah berdiri, walaupun cuman gubug cilik yang penting nyaman ditempati, dan temen-temen bisa singgah disini walau sekedar untuk melepas lelah dan menikmati hidangan ala kadarnya.
Tulisan ini saya dapatkan ketika jalan-jalan di facebook (walah, gaya temen rek FB-an kayak anak muda aja, emang saya masih muda π ), karena bagus pertama hanya saya coppas di akun pribadi, lama-lama kok seneng juga saya dengan tilusan ini, akhir dech saya posting disini, selamat menyimak :
1. tau nggak, memang dimana-mana cowok demennya curhat ama cewek, dan sebaliknya cewek demen curhat sama cowok
Saya disini akan bercerita tentang pengalaman saya dalam membuat SIM C, dengan menempuh cara “BERSIH” alias nggak main calo, bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat berharga, dan sebagai warga negara yang baik jangan membiasakan diri dengan cara-cara instan π
Sobat, Alhamdulillah, kulo haturaken “Ahlan wa sahlan” yang sudah mampir ke gubug kami ini walaupun hanya sesaat untuk melepas kejenuhan π
Kali ini saya mencoba tapi bukan coba-coba melainkan sungguhan π untuk bercerita tentang desa dasri, yaitu sebuah desa yang terletak di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Tepatnya ujung timur Pulau Jawa.
Mungkin sebagian kita pernah merasakan derasnya arus persaingan, saling mengungguli dan berlomba dengan berbagai cara untuk bisa selalu menjadi yang terdepan, bahkan terkadang dengan menempuh cara-cara “gelap” untuk memuluskan sebuah tujuan meraih kemenangan, akan tetapi klo kita mencoba untuk menarik sebuah kesimpulan terkhusus terhadap persaingan yang ada sekarang ini, kita akan mendapati sebuah titik temu yaitu hanya berkutat pada permasalahan dunia saja, sampai terkadang harus mempertaruhkan nyawa untuk itu.
Menurut saya kebahagiaan hidup itu adalah dengan lapangnya jiwa, damainya hati, bukan hanya banyaknya materi walaupun damainya hati terkadang membutuhkan banyak materi π yach begitulah. Tapi coba mari kita menikmati hidup dengan sabar,syukur dan qona’ah, maka kita akan menjadi kaya rasanya dan puaaaaas π
Itulah yang saya inginkan, kebahagiaan hidup walaupun hanya menghuni sebuah gubug yang kecil ini, yang kata orang mungkin bagian dari “kolongmlarat” tapi jiwa kita lapang, tenang, layaknyaΒ “konglomerat” π
Alhamdulillah “suwon sanget” telah mampir ke gubug kami, saudaraku…Β mungkin kita semua telah merasakan bagaimana dahsyatnya problematika hidup yang sedang melanda, huru-hara diberbagai negara, demonstrasi diberbagai negri, sehingga tanpa sadar maupun dengan sadar sebagian kita ikut berkomentar, atau bahkan ikut terjun ke kancah carut-marutnya tatanan berbangsa.
Wah, rasa senang yang bisa diperoleh dari perjalanan ini, walaupun rasa capek juga sich π namun dengan rihlah (perjalanan) ke pantai tanjung papuma ini, banyak hal yang bisa kita petik, antara lain, kita bisa kumpul bareng dengan temen-temen yang kebetulan saya disini bersama, Andi, Agus, Hamzah, dan Bagus.
Memang!! pemandangan yang ruaaaar biasa, disepanjang perjalanan disuguhi dengan indahnya perbukitan dan ladang-ladang yang sangat mengesankan suasana desa yang sejuk, yach kurang lebih kayak gini, gambar yang berhasil kami jepret